> (Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah.
Justru Istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah...
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan, Menginsyafkan kita
perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman, Yang berusaha menjadi soleh...
> (Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)
Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad Saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh .......
Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,
kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,
sabarlah memperingatkannya..
Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah.....
Untuk teman-teman yang baru menikah:
"Barokallahu laka wa baroka alaih wa Jama'a bainakuma fii khoir, amiin."
Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun
susah, dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud,
Tirmidzi dan Ibnu Majah)
(Puisi karya Enggar Tri W)
“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun”. (QS. An-Nisa`: 36)
9 Oktober 2011
20 September 2011
Adab - Adab Bersenggama
Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan junjungan kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam , beserta segenap keluarga , sahabat serta para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman .
Didalam jima (senggama) terdapat adab-adab yang dianjurkan islam yang mengantarkannya kepada amal islami yang sesuai dengan manusia serta untuk merealisasikan sasaran-sasaran yang diharapkan dari pernikahan. Diantara adab-adab tersebut adalah :
1 ) Menggunakan wangi-wangian sebelum berjima.
Didalam ash Shahihain dari hadits Aisyah berkata,” Sungguh aku pernah memakaikan wewangian kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian Beliau mendatangi isteri-isterinya. Dan pada pagi harinya Beliau mengenakan pakaian ihram dalam keadaan wangi semerbak"
2 ) Bercumbu (foreplay) sebelum berjima untuk meningkatkan gairah syahwatnya hingga bisa mendapatkan kenikmatan yang diinginkan.
3 ) Berdoa ketika berjima
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi istrinya (mengajak bersetubuh), hendaknya mengucapkan; BISMILLAH, ALLAHUMMA JANNIBNAS SYAITHAANA WAJANNIBIS SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa (anak) yang akan Engkau rizkikan kepada kami), apabila di antara keduanya ditakdirkan mendapatkan anak dari hasil persetubuhan itu, maka anak tersebut tidak akan dicelakakan setan selamanya."
4 ) Macam-macam jima yang dibolehkan : jima tidak diperbolehkan kecuali pada kemaluan yang menjadi tempat melahirkan dan reproduksi baik mendatanginya dari depan maupun belakang.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir berkata; Orang-orang yahudi mengatakan; Jika seorang lelaki menyetubuhi isterinya pada kemaluannya dari arah belakang, maka anak tersebut akan terlahir dalam keadaan cacat matanya (juling). Lalu turunlah ayat: "Isteri-isteri kalian adalah tempat bercocok tanam bagi kalian, maka datangilah tempat bercocok tanam kalian dari mana saja kalian kehendaki."
5 ) Jika seorang suami telah mencapai puncak orgasmenya maka janganlah bersegera menyudahinya sebelum si istri mencapai puncak orgasmenya pula.
6 ) Diharamkan menggaulinya ketika sedang haid
Diriwayakan oleh at Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa menggauli wanita haid, atau menggauli wanita dari dubur, atau mendatangi dukun maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."
7 ) Diharamkan menggauli pada duburnya
Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Terlaknat, orang yang menggauli isterinya pada duburnya."
8 ) Diharamkan menyebarkan apa yang dilakukan suami istri terkait dengan persetubuhan mereka.
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa'id Al Khudri berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya."
9 ) Diwajibkan mandi setelah berjima’ walaupun tidak mengeluarkan mani
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seorang lelaki duduk di antara empat cabang milik perempuan (maksudnya kedua paha dan kedua tangan), kemudian menekannya maka sungguh dia wajib mandi."
Didalam riwayat Muslim pula disebutkan,”Apabila seorang laki-laki duduk di antara cabang empat wanita (maksudnya kedua paha dan kedua tangan) dan bertemulah kelamin laki-laki dengan kelamin wanita maka sungguh telah wajib mandi'."
Didalam riwayat at Tirmidzi disebutkan,"Jika khitan bertemu khitan maka telah wajib mandi.”
10 ) Menggunakan penutup tatkala berjima’
Terdapat hadits dalam hal itu akan tetapi lemah, maka tidaklah mengapa tanpa menggunakan penutup (selimut). Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, "Jika salah seorang dari kalian mendatangi isterinya hendaklah dengan penutup, dan jangan telanjang bulat." ..
(Markaz al Fatwa No. 3768)
Wallahu A’lam
(Ust. Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz)
Didalam jima (senggama) terdapat adab-adab yang dianjurkan islam yang mengantarkannya kepada amal islami yang sesuai dengan manusia serta untuk merealisasikan sasaran-sasaran yang diharapkan dari pernikahan. Diantara adab-adab tersebut adalah :
1 ) Menggunakan wangi-wangian sebelum berjima.
Didalam ash Shahihain dari hadits Aisyah berkata,” Sungguh aku pernah memakaikan wewangian kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian Beliau mendatangi isteri-isterinya. Dan pada pagi harinya Beliau mengenakan pakaian ihram dalam keadaan wangi semerbak"
2 ) Bercumbu (foreplay) sebelum berjima untuk meningkatkan gairah syahwatnya hingga bisa mendapatkan kenikmatan yang diinginkan.
3 ) Berdoa ketika berjima
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi istrinya (mengajak bersetubuh), hendaknya mengucapkan; BISMILLAH, ALLAHUMMA JANNIBNAS SYAITHAANA WAJANNIBIS SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa (anak) yang akan Engkau rizkikan kepada kami), apabila di antara keduanya ditakdirkan mendapatkan anak dari hasil persetubuhan itu, maka anak tersebut tidak akan dicelakakan setan selamanya."
4 ) Macam-macam jima yang dibolehkan : jima tidak diperbolehkan kecuali pada kemaluan yang menjadi tempat melahirkan dan reproduksi baik mendatanginya dari depan maupun belakang.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir berkata; Orang-orang yahudi mengatakan; Jika seorang lelaki menyetubuhi isterinya pada kemaluannya dari arah belakang, maka anak tersebut akan terlahir dalam keadaan cacat matanya (juling). Lalu turunlah ayat: "Isteri-isteri kalian adalah tempat bercocok tanam bagi kalian, maka datangilah tempat bercocok tanam kalian dari mana saja kalian kehendaki."
5 ) Jika seorang suami telah mencapai puncak orgasmenya maka janganlah bersegera menyudahinya sebelum si istri mencapai puncak orgasmenya pula.
6 ) Diharamkan menggaulinya ketika sedang haid
Diriwayakan oleh at Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa menggauli wanita haid, atau menggauli wanita dari dubur, atau mendatangi dukun maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."
7 ) Diharamkan menggauli pada duburnya
Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Terlaknat, orang yang menggauli isterinya pada duburnya."
8 ) Diharamkan menyebarkan apa yang dilakukan suami istri terkait dengan persetubuhan mereka.
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa'id Al Khudri berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya."
9 ) Diwajibkan mandi setelah berjima’ walaupun tidak mengeluarkan mani
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seorang lelaki duduk di antara empat cabang milik perempuan (maksudnya kedua paha dan kedua tangan), kemudian menekannya maka sungguh dia wajib mandi."
Didalam riwayat Muslim pula disebutkan,”Apabila seorang laki-laki duduk di antara cabang empat wanita (maksudnya kedua paha dan kedua tangan) dan bertemulah kelamin laki-laki dengan kelamin wanita maka sungguh telah wajib mandi'."
Didalam riwayat at Tirmidzi disebutkan,"Jika khitan bertemu khitan maka telah wajib mandi.”
10 ) Menggunakan penutup tatkala berjima’
Terdapat hadits dalam hal itu akan tetapi lemah, maka tidaklah mengapa tanpa menggunakan penutup (selimut). Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, "Jika salah seorang dari kalian mendatangi isterinya hendaklah dengan penutup, dan jangan telanjang bulat." ..
(Markaz al Fatwa No. 3768)
Wallahu A’lam
(Ust. Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz)
13 September 2011
18 Agustus 2011
MENCARI CINTA YANG SEJATI
Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan junjungan kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam , beserta segenap keluarga , sahabat serta para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman .
Bismillah ...
Cinta adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, karena sudah menjadi anggapan umum bahwa cinta identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk asmara. Ada yang mengatakan cinta itu suci, cinta itu agung, cinta itu indah dan saking indahnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan dll. Bahkan Jalaludin Rumi menggambarkan saking indahnya cinta, setan pun berubah menjadi bidadari. Yang jelas karena cinta, banyak orang yang merasa bahagia namun sebaliknya karena cinta banyak pula orang yang dibuat tersiksa dan merana. Cinta dapat membuat seseorang menjadi sangat mulia, dan cinta pula yang menjadikan seseorang menjadi sangat tercela.
Kita tahu bagaimana kecintaan Khadijah ra kepada Rasulullah saw yang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan perasaan bahagia demi perjuangan sang kekasih yang menjadikannya mulia. Sebaliknya ada pemudi yang mengorbankan kehormatannya demi untuk menyenangkan sang kekasih yang dia lakukan atas nama cinta. Atau ada remaja yang menghabiskan nyawanya dengan baygon hanya karena cinta. Cinta yang demikian yang membawanya kepada kehinaan.
Lalu, apa sebenarnya makna daripada cinta? Benarkah cinta hanyalah sepenggal kata namun mengandung sejuta makna? Atau pendapat para filosof bahwa makna cinta tergantung siapa yang memandang? Rupanya tepat seperti uangkapan Ibnu Qayyim Al Jauziah tentang cinta, bahwasanya, “Tidak ada batasan tentang cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri.”
Ada pun kata cinta itu sendiri secara bahasa adalah kecenderungan atau keberpihakan. Bertolak dari sini cinta dapat didefinisikan sebagai sebuah gejolak jiwa dimana hati mempunyai kecenderungan yang kuat terhadap apa yang disenanginya sehingga membuat untuk tetap mengangankannya, menyebut namanya, rela berkorban atasnya dan menerima dengan segenap hati apa adanya dari yang dicintainya serasa kurang sekalipun, dan ia tumpahkan dengan kata-kata dan perbuatan .
Pandangan Islam terhadap Cinta
Cinta dalam pandangan Islam adalah suatu hal yang sakral. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullan menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).
Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, karena itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu (misalnya lembaga pernikahan) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang,…”(Ar-Ruum: 21)
Ayat di atas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Jadi tak perlu menunggu “jatuh cinta dulu” baru berani menikah, atau pacaran dulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syetan durjana (na’udzubillahi min zalik). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerusakan pergaulan di masyarakat.
Dalam Islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan/ diutamakan dan siapa/apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” (Al-Baqarah: 165)
Menurut Syaikh Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, ada enam peringkat cinta (maratibul-mahabah), yaitu:
1. Peringkat ke-1 dan yang paling tinggi/paling agung adalah tatayyum, yang merupakan hak Allah semata.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Rabbul ‘alamiin.”
“Dan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah (S.2: 165)
Jadi ungkapan-ungkapan seperti: “Kau selalu di hatiku, bersemi di dalam qalbu” atau “Kusebutkan namamu di setiap detak jantungku,” “Cintaku hanya untukmu,” dll selayaknya ditujukan kepada Allah. Karena Dialah yang memberikan kita segala nikmat/kebaikan sejak kita dilahirkan, bahkan sejak dalam rahim ibu… Jangan terbalik, baru dikasih secuil cinta dan kenikmatan sama si ‘do’i’ kita sudah mau menyerahkan jiwa raga kepadanya yang merupakan hak Allah. Lupa kepada Pemberi Nikmat, “Maka nikmat apa saja yang ada pada kalian, maka itu semua dari Allah (S. 2: 165).
2. Peringkat ke-2; ‘isyk yang hanya merupakan hak Rasulullah saw. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dll, namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.
“Katakanlah jika kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi saw) maka Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31)
3. Peringkat ke-3; syauq yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami istri, anatar orang tua dan anak, yang membuahkan rasa mawaddah wa rahmah.
4. Peringkat ke-4; shababah yaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah Islamiyah.
5. Peringkat ke-5; ‘ithf (simpati) yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini
melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, berdakwah, dll.
6. Peringkat ke-6 adalah cinta yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta/keinginan kepada selain manusia: harta benda. Namun keinginan ini sebatas intifa’ (pendayagunaan/pemanfaatan).
Hubungan Cinta dan Keimanan
Dalam Islam cinta dan keimanan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Cinta yang dilandasi iman akan membawa seseorang kepada kemuliaan sebaliknya cinta yang tidak dilandasi iman akan menjatuhkan seseorang ke jurang kehinaan. Cinta dan keimanan laksana dua sayap burung. Al Ustadz Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa “dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan.” Bagaimana tidak, jikalau iman tanpa cinta akan pincang, dan cinta tanpa iman akan jatuh ke jurang kehinaan. Selain itu iman tidak akan terasa lezat tanpa cinta dan sebaliknya cinta pun tak lezat tanpa iman. Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw:
“Barang siapa ingin memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah swt.” (riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah).
Tidak heran ketika ‘Uqbah bin Al Harits telah bercerai dnegan istri yang sangat dicintainya Ummu Yahya, atas persetujuan Rasulullah saw hanya karena pengakuan seorang wanita tua bahwa ia telah menyusukan pasangan suami istri itu di saat mereka masih bayi. Allah mengharamkan pernikahan saudara sesusuan. Demikian pula kecintaan Abdullah bin Abu Bakar kepada istrinya, yang terkenal kecantikannya, keluhuran budinya dan keagungan akhlaknya. Ketika ayahnya mengamati bahwa kecintaannya tersebut telah melalaikan Abdullah dalam berjihad di jalan Allah dan memerintahkan untuk menceraikan istrinya tsb. Pemuda Abdullah memandang perintah tsb dengan kaca mata iman, sehingga dia rela menceraikan belahan jiwanya tsb demi mempererat kembali cintanya kepada Allah.
Subhanallah, pasangan tsb telah bersatu karena Allah, saling mencinta karena Allah, bahkan telah bercinta karena Allah, namun mereka juga rela berpisah karena Allah. Cinta kepada Allah di atas segalanya. Bagaimana halnya dengan pasangan yang terlanjur jatuh cinta, atau yang ‘berpacaran’ atau sudah bercinta sebelum menikah? Hanya ada dua jalan; bersegeralah menikah atau berpisah karena Allah, niscaya akan terasa lezat dan manisnya iman. Dan janganlah mencintai ‘si dia’ lebih dari pada cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dari Anas ra, dari nabi saw, beliau bersabda:
“Ada tiga hal dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah ra, rasulullah saw bersabda:
“Demi zat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai….” (HR Muslim)
Cinta Kepada Allah, Itulah yang Hakiki
Cinta bagaikan lautan, sungguh luas dan indah. Ketika kita tersentuh tepinya yang sejuk, ia mengundang untuk melangkah lebih jauh ke tangah, yang penuh tantangan, hempasan dan gelombang dan siapa saja ingin mengarunginya. Namun carilah cinta yang sejati, di lautan cinta berbiduk ‘taqwa’ berlayarkan ‘iman’ yang dapat melawan gelombang syaithan dan hempasan nafsu, insya Allah kita akan sampai kepada tujuan yaitu: cinta kepada Allah, itulah yang hakiki, yang kekal selamanya. Adapun cinta kepada makhluk-Nya, pilihlah cinta yang hanya berlandaskan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan karena bujuk rayu setan, bukan pula karena desakan nafsu yang menggoda.
Cintailah Allah, berusahalah untuk menggapai cinta-Nya. Menurut Ibnu Qayyim, ada 10 hal yang menyebabkan orang mencintai Allah swt:
1. Membaca Al-Qur’an dan memahaminya dengan baik.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat sunat sesudah shalat wajib.
3. Selalu menyebut dan berzikir dalam segala kondisi dengan hati, lisan dan perbuatan.
4. Mengutamakan kehendak Allah di saat berbenturan dengan kehendak hawa nafsu.
5. Menanamkan dalam hati asma’ dan sifat-sifatnya dan memahami makna.
6. Memperhatikan karunia dan kebaikan Allah kepada kita.
7. Menundukkan hati dan diri ke haribaan Allah.
8. Menyendiri bermunajat dan membaca kitab sucinya di waktu malam saat orang lelap tidur.
9. Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang soleh, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka
10. Menjauhkan sebab-sebab yang dapat menjauhkan kita daripada Allah.
Saling mencintailah karena Allah agar bisa mendapatkan kecintaan Allah. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman:
“Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena-Ku,
Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang saling berkorban karena-Ku, dan Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang menyambung hubungan karena-Ku.”
Hiduplah di bawah naungan cinta dan saling mencintailah karena keagungan-Nya, niscaya akan mendapatkan naungan Allah, yang pada hari itu tidak ada naungan selain naungan-Nya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:
“Pada hari kiamat Allah berfirman: ‘Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, Aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR. Muslim).
Bahkan Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat karena Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka mereka. Nasa’i meriwayatkan dengan sanad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Di sekeliling ‘Arsy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka!” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.”
“Ya Allah, kurniakanlah kepada kami Cinta terhadap-Mu dan Cinta kepada mereka yang mencintai-Mu, dan apa saja yang mendekatkan kami kepada Cinta-Mu, dan jadikanlah Cinta-Mu itu lebih berharga bagi kami daripada air yang sejuk bagi orang yang dahaga.”
Akhirul qalam, tanyailah diri kita masing-masing:'
1. sudahkah aku menemukan cinta yang hakiki, cinta yang sejati dalam hidup ini?
2. Sejauh mana aku mengenal-Nya, asma’ (nama)-Nya, sifat-sifat-Nya, kehendak-Nya, larangan-Nya?
3. Seringkah aku mengingat-Nya, menyebut nama-Nya melalui zikir-zikir yang panjang?
4. Seringkah aku mendekatkan diri kepada-Nya dengan sholat serta ibadah-ibadah lainnya?
5. Seringkah aku merintih, mengadu dan mengharap kepada-Nya melalui untaian doa yang keluar dari lubuk hati.
6. Sudahkah aku mengikuti kehendak-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya?
7. Apakah aku mencintai seseorang karena-Nya atau karena doringan nafsuku sendiri?
8. Sejauh mana aku berusaha untuk mengekang hawa nafsuku sendiri?
Wallahu alam bishshawab
Gunma, 2 Agustus 2002
Oleh: Ir. Munasri Hadini MSc.
Disampaikan dalam Dauroh Muslimah KAMMI-JP
4 Agustus 2002, Komaba, Tokyo
Kafemuslimah.com
Bismillah ...
Cinta adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, karena sudah menjadi anggapan umum bahwa cinta identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk asmara. Ada yang mengatakan cinta itu suci, cinta itu agung, cinta itu indah dan saking indahnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan dll. Bahkan Jalaludin Rumi menggambarkan saking indahnya cinta, setan pun berubah menjadi bidadari. Yang jelas karena cinta, banyak orang yang merasa bahagia namun sebaliknya karena cinta banyak pula orang yang dibuat tersiksa dan merana. Cinta dapat membuat seseorang menjadi sangat mulia, dan cinta pula yang menjadikan seseorang menjadi sangat tercela.
Kita tahu bagaimana kecintaan Khadijah ra kepada Rasulullah saw yang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan perasaan bahagia demi perjuangan sang kekasih yang menjadikannya mulia. Sebaliknya ada pemudi yang mengorbankan kehormatannya demi untuk menyenangkan sang kekasih yang dia lakukan atas nama cinta. Atau ada remaja yang menghabiskan nyawanya dengan baygon hanya karena cinta. Cinta yang demikian yang membawanya kepada kehinaan.
Lalu, apa sebenarnya makna daripada cinta? Benarkah cinta hanyalah sepenggal kata namun mengandung sejuta makna? Atau pendapat para filosof bahwa makna cinta tergantung siapa yang memandang? Rupanya tepat seperti uangkapan Ibnu Qayyim Al Jauziah tentang cinta, bahwasanya, “Tidak ada batasan tentang cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri.”
Ada pun kata cinta itu sendiri secara bahasa adalah kecenderungan atau keberpihakan. Bertolak dari sini cinta dapat didefinisikan sebagai sebuah gejolak jiwa dimana hati mempunyai kecenderungan yang kuat terhadap apa yang disenanginya sehingga membuat untuk tetap mengangankannya, menyebut namanya, rela berkorban atasnya dan menerima dengan segenap hati apa adanya dari yang dicintainya serasa kurang sekalipun, dan ia tumpahkan dengan kata-kata dan perbuatan .
Pandangan Islam terhadap Cinta
Cinta dalam pandangan Islam adalah suatu hal yang sakral. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullan menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).
Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, karena itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu (misalnya lembaga pernikahan) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang,…”(Ar-Ruum: 21)
Ayat di atas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Jadi tak perlu menunggu “jatuh cinta dulu” baru berani menikah, atau pacaran dulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syetan durjana (na’udzubillahi min zalik). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerusakan pergaulan di masyarakat.
Dalam Islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan/ diutamakan dan siapa/apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” (Al-Baqarah: 165)
Menurut Syaikh Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, ada enam peringkat cinta (maratibul-mahabah), yaitu:
1. Peringkat ke-1 dan yang paling tinggi/paling agung adalah tatayyum, yang merupakan hak Allah semata.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Rabbul ‘alamiin.”
“Dan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah (S.2: 165)
Jadi ungkapan-ungkapan seperti: “Kau selalu di hatiku, bersemi di dalam qalbu” atau “Kusebutkan namamu di setiap detak jantungku,” “Cintaku hanya untukmu,” dll selayaknya ditujukan kepada Allah. Karena Dialah yang memberikan kita segala nikmat/kebaikan sejak kita dilahirkan, bahkan sejak dalam rahim ibu… Jangan terbalik, baru dikasih secuil cinta dan kenikmatan sama si ‘do’i’ kita sudah mau menyerahkan jiwa raga kepadanya yang merupakan hak Allah. Lupa kepada Pemberi Nikmat, “Maka nikmat apa saja yang ada pada kalian, maka itu semua dari Allah (S. 2: 165).
2. Peringkat ke-2; ‘isyk yang hanya merupakan hak Rasulullah saw. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dll, namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.
“Katakanlah jika kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi saw) maka Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31)
3. Peringkat ke-3; syauq yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami istri, anatar orang tua dan anak, yang membuahkan rasa mawaddah wa rahmah.
4. Peringkat ke-4; shababah yaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah Islamiyah.
5. Peringkat ke-5; ‘ithf (simpati) yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini
melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, berdakwah, dll.
6. Peringkat ke-6 adalah cinta yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta/keinginan kepada selain manusia: harta benda. Namun keinginan ini sebatas intifa’ (pendayagunaan/pemanfaatan).
Hubungan Cinta dan Keimanan
Dalam Islam cinta dan keimanan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Cinta yang dilandasi iman akan membawa seseorang kepada kemuliaan sebaliknya cinta yang tidak dilandasi iman akan menjatuhkan seseorang ke jurang kehinaan. Cinta dan keimanan laksana dua sayap burung. Al Ustadz Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa “dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan.” Bagaimana tidak, jikalau iman tanpa cinta akan pincang, dan cinta tanpa iman akan jatuh ke jurang kehinaan. Selain itu iman tidak akan terasa lezat tanpa cinta dan sebaliknya cinta pun tak lezat tanpa iman. Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw:
“Barang siapa ingin memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah swt.” (riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah).
Tidak heran ketika ‘Uqbah bin Al Harits telah bercerai dnegan istri yang sangat dicintainya Ummu Yahya, atas persetujuan Rasulullah saw hanya karena pengakuan seorang wanita tua bahwa ia telah menyusukan pasangan suami istri itu di saat mereka masih bayi. Allah mengharamkan pernikahan saudara sesusuan. Demikian pula kecintaan Abdullah bin Abu Bakar kepada istrinya, yang terkenal kecantikannya, keluhuran budinya dan keagungan akhlaknya. Ketika ayahnya mengamati bahwa kecintaannya tersebut telah melalaikan Abdullah dalam berjihad di jalan Allah dan memerintahkan untuk menceraikan istrinya tsb. Pemuda Abdullah memandang perintah tsb dengan kaca mata iman, sehingga dia rela menceraikan belahan jiwanya tsb demi mempererat kembali cintanya kepada Allah.
Subhanallah, pasangan tsb telah bersatu karena Allah, saling mencinta karena Allah, bahkan telah bercinta karena Allah, namun mereka juga rela berpisah karena Allah. Cinta kepada Allah di atas segalanya. Bagaimana halnya dengan pasangan yang terlanjur jatuh cinta, atau yang ‘berpacaran’ atau sudah bercinta sebelum menikah? Hanya ada dua jalan; bersegeralah menikah atau berpisah karena Allah, niscaya akan terasa lezat dan manisnya iman. Dan janganlah mencintai ‘si dia’ lebih dari pada cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dari Anas ra, dari nabi saw, beliau bersabda:
“Ada tiga hal dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah ra, rasulullah saw bersabda:
“Demi zat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai….” (HR Muslim)
Cinta Kepada Allah, Itulah yang Hakiki
Cinta bagaikan lautan, sungguh luas dan indah. Ketika kita tersentuh tepinya yang sejuk, ia mengundang untuk melangkah lebih jauh ke tangah, yang penuh tantangan, hempasan dan gelombang dan siapa saja ingin mengarunginya. Namun carilah cinta yang sejati, di lautan cinta berbiduk ‘taqwa’ berlayarkan ‘iman’ yang dapat melawan gelombang syaithan dan hempasan nafsu, insya Allah kita akan sampai kepada tujuan yaitu: cinta kepada Allah, itulah yang hakiki, yang kekal selamanya. Adapun cinta kepada makhluk-Nya, pilihlah cinta yang hanya berlandaskan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan karena bujuk rayu setan, bukan pula karena desakan nafsu yang menggoda.
Cintailah Allah, berusahalah untuk menggapai cinta-Nya. Menurut Ibnu Qayyim, ada 10 hal yang menyebabkan orang mencintai Allah swt:
1. Membaca Al-Qur’an dan memahaminya dengan baik.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat sunat sesudah shalat wajib.
3. Selalu menyebut dan berzikir dalam segala kondisi dengan hati, lisan dan perbuatan.
4. Mengutamakan kehendak Allah di saat berbenturan dengan kehendak hawa nafsu.
5. Menanamkan dalam hati asma’ dan sifat-sifatnya dan memahami makna.
6. Memperhatikan karunia dan kebaikan Allah kepada kita.
7. Menundukkan hati dan diri ke haribaan Allah.
8. Menyendiri bermunajat dan membaca kitab sucinya di waktu malam saat orang lelap tidur.
9. Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang soleh, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka
10. Menjauhkan sebab-sebab yang dapat menjauhkan kita daripada Allah.
Saling mencintailah karena Allah agar bisa mendapatkan kecintaan Allah. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman:
“Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena-Ku,
Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang saling berkorban karena-Ku, dan Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang menyambung hubungan karena-Ku.”
Hiduplah di bawah naungan cinta dan saling mencintailah karena keagungan-Nya, niscaya akan mendapatkan naungan Allah, yang pada hari itu tidak ada naungan selain naungan-Nya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:
“Pada hari kiamat Allah berfirman: ‘Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, Aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR. Muslim).
Bahkan Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat karena Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka mereka. Nasa’i meriwayatkan dengan sanad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Di sekeliling ‘Arsy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka!” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.”
“Ya Allah, kurniakanlah kepada kami Cinta terhadap-Mu dan Cinta kepada mereka yang mencintai-Mu, dan apa saja yang mendekatkan kami kepada Cinta-Mu, dan jadikanlah Cinta-Mu itu lebih berharga bagi kami daripada air yang sejuk bagi orang yang dahaga.”
Akhirul qalam, tanyailah diri kita masing-masing:'
1. sudahkah aku menemukan cinta yang hakiki, cinta yang sejati dalam hidup ini?
2. Sejauh mana aku mengenal-Nya, asma’ (nama)-Nya, sifat-sifat-Nya, kehendak-Nya, larangan-Nya?
3. Seringkah aku mengingat-Nya, menyebut nama-Nya melalui zikir-zikir yang panjang?
4. Seringkah aku mendekatkan diri kepada-Nya dengan sholat serta ibadah-ibadah lainnya?
5. Seringkah aku merintih, mengadu dan mengharap kepada-Nya melalui untaian doa yang keluar dari lubuk hati.
6. Sudahkah aku mengikuti kehendak-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya?
7. Apakah aku mencintai seseorang karena-Nya atau karena doringan nafsuku sendiri?
8. Sejauh mana aku berusaha untuk mengekang hawa nafsuku sendiri?
Wallahu alam bishshawab
Gunma, 2 Agustus 2002
Oleh: Ir. Munasri Hadini MSc.
Disampaikan dalam Dauroh Muslimah KAMMI-JP
4 Agustus 2002, Komaba, Tokyo
Kafemuslimah.com
29 Juli 2011
Shalawat Kepada Nabi Muhammad SAW
Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan junjungan kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam , beserta segenap keluarga , sahabat serta para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman .
Bismillah …
Ya Allah , Tuhan panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan . Berilah Al – Wasilah ( derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Muhammad SAW ) dan fadhilah kepada Nabi Muhammad SAW . Dan aku menghadap kepada Tuhan pencipta langit dan bumi , dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang – orang yang musyrik .
Sesungguhnya shalatku , ibadahku , dan kehidupan serta matiku adalah untuk Allah , Tuhan seru sekalian alam , tiada sekutu bagiNya , dan arena itu , aku diperintahkan dan aku termasuk orang muslim . Ya Allah Engkau adalah Raja , tiada Tuhan selain Engkau , Engkau Tuhanku dan aku adalah hambaMu . Aku menganiaya diriku , aku mengakui dosaku .
Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku , sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa – dosa keculai Engkau . Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik , tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau . Hindarkan aku dari akhlak yang jahat , tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya , kecuali Engkau .
Aku penuhi panggilanMu dengan kegembiraan , seluruh kebaikan di kedua tanganMu , kejelekan tidak dinisbahkan kepadaMu . Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu dan kepadaMu ( aku kembali ) . Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi .Aku minta ampun dan bertobat kepadaMu .
( HR. Muslim )
Bismillah …
Ya Allah , Tuhan panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan . Berilah Al – Wasilah ( derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi Muhammad SAW ) dan fadhilah kepada Nabi Muhammad SAW . Dan aku menghadap kepada Tuhan pencipta langit dan bumi , dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang – orang yang musyrik .
Sesungguhnya shalatku , ibadahku , dan kehidupan serta matiku adalah untuk Allah , Tuhan seru sekalian alam , tiada sekutu bagiNya , dan arena itu , aku diperintahkan dan aku termasuk orang muslim . Ya Allah Engkau adalah Raja , tiada Tuhan selain Engkau , Engkau Tuhanku dan aku adalah hambaMu . Aku menganiaya diriku , aku mengakui dosaku .
Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku , sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa – dosa keculai Engkau . Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik , tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau . Hindarkan aku dari akhlak yang jahat , tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya , kecuali Engkau .
Aku penuhi panggilanMu dengan kegembiraan , seluruh kebaikan di kedua tanganMu , kejelekan tidak dinisbahkan kepadaMu . Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu dan kepadaMu ( aku kembali ) . Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi .Aku minta ampun dan bertobat kepadaMu .
( HR. Muslim )
25 Juli 2011
Faedah Shalat bagi tubuh
SUJUD BIKIN CERDAS
Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh
>> manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan
>> khas tubuh) seorang muslim. Namun, perna! hkah terpikirkan manfaat
>> masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat
>> bagi berbagai jenis penyakit!
>>
>> Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah
>> ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk
>> menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun
>> menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
>> Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu
>> melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
>> Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan
>> kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah
>> mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot
> bahu
>> meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua
>> tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini
>> menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh
>> bagian atas.
RUKUK
>> Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga
>> bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah.
>> Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
>>
>> Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang
>> (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi
> jantung
>> sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.
>> Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu
>> hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah
>> gangguan prostat.
I'TIDAL
>> Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua
>> tangan setinggi telinga.
>> Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.
>> Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang
> baik.
>> Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami ! pemijatan dan
> pelonggaran
>> secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
>> Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan
>> dahi pada lantai.
>> Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi
>> jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal
>> ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu,
>> lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi
>> kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus
>> bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi
>> kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
>> Postur: Duduk ada dua macam! , yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk
>> (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
>> Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung
>> dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nye! ri pada
>> pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
> Duduk
>> tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
>> (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika
>> dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi
>> telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai
>> turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis
>> inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
>> Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
>> Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran
>> darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala d! an menjaga
> kekencangan
>> kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi
> mempercantik
>> diri wanita luar?dalam.
PACU KECERDASAN
>> Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia
>> menundukkan diri serendah?rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya
>> sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai
>> kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh,
>> gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi?tingginya. Mengapa?
>> Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak
>> terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi
>> jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke
>> otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
>> kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu
>> dapat memacu kecerdasan.
>>
>> Risetnya telah mendapat pengakua! n dari Harvard Universitry, AS. Bahkan
>> seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk
>> Islam setelah diam?diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai
>> gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
>> Gerakan?gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching).
>> Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
> Keunggulan
>> salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh
>> lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
>> Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada.
> Saat
>> sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak
>> tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang
>> menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah
> bentuknya
>> tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
>> Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat
> pinggul
>> dan! pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot?otot perut (rectus
>> abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi
>> ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan ! lama.
>> Ini
>> menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang
>> baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah
>> berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih
>> elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta
>> mempertahankan organ?organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
>> Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk,
>> yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir).
>> Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot?otot daerah perineum.
>> Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang,
>> yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
>>
>> Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum.
>> Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki
>> kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri
>> akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang
>> memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
>> Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika
>> tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika
>> dilakukan secara rutin, maka sel?sel yang rusak dapat segera tergantikan.
>> Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
>> Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya
> pengaruh
>> besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya
> relaksasi
>> wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan
>> wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
Wallahu Alam ,
Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh
>> manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan
>> khas tubuh) seorang muslim. Namun, perna! hkah terpikirkan manfaat
>> masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat
>> bagi berbagai jenis penyakit!
>>
>> Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah
>> ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk
>> menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun
>> menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
>> Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu
>> melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
>> Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan
>> kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah
>> mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot
> bahu
>> meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua
>> tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini
>> menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh
>> bagian atas.
RUKUK
>> Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga
>> bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah.
>> Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
>>
>> Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang
>> (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi
> jantung
>> sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.
>> Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu
>> hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah
>> gangguan prostat.
I'TIDAL
>> Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua
>> tangan setinggi telinga.
>> Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.
>> Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang
> baik.
>> Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami ! pemijatan dan
> pelonggaran
>> secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
>> Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan
>> dahi pada lantai.
>> Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi
>> jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal
>> ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu,
>> lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi
>> kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus
>> bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi
>> kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
>> Postur: Duduk ada dua macam! , yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk
>> (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
>> Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung
>> dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nye! ri pada
>> pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
> Duduk
>> tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
>> (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika
>> dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi
>> telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai
>> turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis
>> inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
>> Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
>> Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran
>> darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala d! an menjaga
> kekencangan
>> kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi
> mempercantik
>> diri wanita luar?dalam.
PACU KECERDASAN
>> Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia
>> menundukkan diri serendah?rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya
>> sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai
>> kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh,
>> gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi?tingginya. Mengapa?
>> Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak
>> terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi
>> jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke
>> otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
>> kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu
>> dapat memacu kecerdasan.
>>
>> Risetnya telah mendapat pengakua! n dari Harvard Universitry, AS. Bahkan
>> seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk
>> Islam setelah diam?diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai
>> gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
>> Gerakan?gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching).
>> Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
> Keunggulan
>> salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh
>> lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
>> Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada.
> Saat
>> sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak
>> tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang
>> menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah
> bentuknya
>> tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
>> Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat
> pinggul
>> dan! pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot?otot perut (rectus
>> abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi
>> ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan ! lama.
>> Ini
>> menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang
>> baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah
>> berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih
>> elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta
>> mempertahankan organ?organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
>> Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk,
>> yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir).
>> Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot?otot daerah perineum.
>> Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang,
>> yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
>>
>> Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum.
>> Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki
>> kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri
>> akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang
>> memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
>> Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika
>> tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika
>> dilakukan secara rutin, maka sel?sel yang rusak dapat segera tergantikan.
>> Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
>> Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya
> pengaruh
>> besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya
> relaksasi
>> wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan
>> wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
Wallahu Alam ,
19 Juli 2011
Do ' a untuk Ayah dan Bunda
Bismillah ...
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka, Perindahlah ucapanku
di depan mereka. Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya balasan
Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang sebesar - besarnya atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku, Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah
Mereka telah memberikan segala kebutuhanku
baik materi maupun rohani sesuai dengan amanah yang Engkau berikan kepada mereka , maka berikan dan limpahkanlah segala kebutuhan mereka baik lahir maupun batin
Ya Allah ,
Jauhkanlah kesalahan – kesalahan mereka sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat , bersihkanlah kesalahan – kesalahan mereka sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran dan sucikanlah mereka dari kesalahan – kesalahan dengan salju , air , dan es .
Ya Allah
Ampunilah seluruh dosa mereka yang kecil dan besar yang telah lewat dan yang akan datang , yang mereka lakukan dengan terang – terangan dan yang tersembunyi , yang mereka lewatkan dan mereka akhirkan , dan yang mereka lakukan secara berlebihan , serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada mereka , Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau .
Ya Allah,
Jikalau magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua dapat berkumpul bersama dg RidhaMu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu …
Ya Allah , Kini ak jauh dari mereka , tak dapat ku setiap saat menjaga mereka … Ya Allah sampaikanlah rinduku untuk mereka ... Allahuma Amiiin .
Mustaghfirin Rabbani in 20 - 07 - 2011
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka, Perindahlah ucapanku
di depan mereka. Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya balasan
Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang sebesar - besarnya atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku, Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah
Mereka telah memberikan segala kebutuhanku
baik materi maupun rohani sesuai dengan amanah yang Engkau berikan kepada mereka , maka berikan dan limpahkanlah segala kebutuhan mereka baik lahir maupun batin
Ya Allah ,
Jauhkanlah kesalahan – kesalahan mereka sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat , bersihkanlah kesalahan – kesalahan mereka sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran dan sucikanlah mereka dari kesalahan – kesalahan dengan salju , air , dan es .
Ya Allah
Ampunilah seluruh dosa mereka yang kecil dan besar yang telah lewat dan yang akan datang , yang mereka lakukan dengan terang – terangan dan yang tersembunyi , yang mereka lewatkan dan mereka akhirkan , dan yang mereka lakukan secara berlebihan , serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada mereka , Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau .
Ya Allah,
Jikalau magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua dapat berkumpul bersama dg RidhaMu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu …
Ya Allah , Kini ak jauh dari mereka , tak dapat ku setiap saat menjaga mereka … Ya Allah sampaikanlah rinduku untuk mereka ... Allahuma Amiiin .
Mustaghfirin Rabbani in 20 - 07 - 2011
Langganan:
Postingan (Atom)





